Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan
Ilustrasi
Artikel Informasi (KIA) Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan - Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN DR Sudibyo Alimoesa mengatakan , tingkat maut ibu ketika melahirkan di Indonesia masih tinggi , atau hampir setiap satu jam , dua ibu melahirkan meninggal dunia.

"Bila jumlah tersebut ditotal maka dapat dibayangkan dalam satu hari berapa ibu melahirkan yang meninggal dunia ," katanya dalam pertemuan dengan Ulama se Kalsel di Banjarmasin , Selasa (31/1/2012).

Menurut ia , berdasarkan data dan penelitian wacana kualitas penduduk Indonesia 2011 tercatat Angka Kematian Ibu (AKI atau MMR) masih sebesar 228/100.000 kelahiran hidup.

Selanjutnya angka maut bayi usia 0-11 bulan (AKB-IMR) yaitu 34 per 1.000 kelahiran hidup , kemudian 60 persen penduduk hanya tamat SD atau lebih rendah , angka keinginan hidup Indonesia sekitar 68/72 tahun.

"Sedangkan Jepang saja kini rata-rata umur penduduknya telah mencapai 100 tahun , sehingga ketika ini 40 persen penduduknya merupakan lansia ," katanya.

Meningkatkan indeks pembangunan insan (IPM) yang berbasis pada pendidikan , kesehatan dan kesejahteraan tersebut , BKKB telah menempuh banyak sekali langkah dan menetapkan target berdasarkan MDGs 2015.

Meningkatkan keinginan hidup dan mengurangi angka maut ibu dan anak , tambah Sudibyo , BKKBN sedang menjalankan aktivitas pelatihan bagi 35 ribu bidan dan 10 ribu dokter umum maupun dokter kandungan.

Pelatihan untuk melaksanakan pinjaman dalam persalinan tersebut sekaligus juga diisi dengan pelatihan untuk melaksanakan pemasangan alat kontrasepsi sesuai dengan aktivitas BKKBN.

Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut , maka pinjaman kelahiran yang berada di tempat terpencil mampu dilakukan secara medis sehingga maut ibu dan bayi mampu ditekan.

Taraaget nasional , pada 2015 AKI akan turun dari 228/100.000 kelahiran hidup menjadi 102/100.000 kelahiran hidup begitu juga dengan angka maut bayi turun menjadi 23/1.000 kelahiran hidup.

Kepala BKKBN Kalsel Dra Chamnah Wahyuni mengatakan , khusus Kalsel pelatihan akan dilakukan kepada 900 bidan dan 300 dokter yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.

Dialog dengan narasumber dari BKKBN sentra menerima jawaban cukup antusian dari para Ulama dan masyarakat Kalsel.

Salah seorang akseptor dialog mempertanyakan efek samping pil KB dan suntik yang justru membuat lesu para wanita sehingga mengurangi gairah pada ketika melayani suami.

"Karena para wanita menjadi lesu setelah minum pil KB dan suntik tersebut , jadinya banyak suami "jajan" di luar ," katanya disambut gelak tawa peserta.

Terhadap keluhan tersebut , Sudibyo mengatakan akan dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap kebenaran gosip tersebut , alasannya selama ini tidak pernah ada keluhan menyerupai itu.

"Ini akan menjadi materi diskusi kita , alasannya selama ini pil dan suntik yaitu alat kontrasepsi yang paling banyak diminati akseptor ," katanya. - Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil

Cara Mencegah Terbentuknya Batu Ginjal

Ada 10 Jenis Kanker Payudara